Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Mei 2013
Kekerasan Atas Nama Agama: Perspektif Politik*
Cornelis
Lay**
Kekerasan:
Diskusi Pembuka
Kekerasan
merupakan fenomena politik dan sosiologis yang bersifat universal. Ia
dapat berlangsung pada level individual, kolektif, institusi, maupun
sistem secara keseluruhan. Kekerasan bisa berlangsung secara
horisontal pada masing-masing leveli,
tetapi bisa juga berlangsung secara vertikal atau kombinasi di antara
keduanya.ii
Kekerasan juga bisa berlangsung secara terbuka, tetapi juga bisa
bersifat tertutup, sebagaimana diekspresikan dengan sangat baik dalam
kekerasan domestik yang umumnya menempatkan kaum perempuan dan
anak-anak sebagai korban.
Read More »
Label:
Agama
,
Politik
,
Sosial-Budaya
Kamis, 25 April 2013
Menegaskan Kembali Pembaruan Pemikiran Islam
Abdul Moqsith Ghazali
Naskah Pidato Pembaruan Islam di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 8 Juli 2011
Darimana penegasan pembaruan pemikiran Islam ini mesti
dimulai. Tentu pertama-tama dengan cara membenahi cara pandang kita terhadap
al-Qur’an, mengerti pokok-pokok risalah kenabian, lalu mengambil sikap yang
tepat dalam menghadapi khazanah pemikiran dan karya para ulama terdahulu, serta
benar dalam mendudukkan akal dan memfungsikannya dalam proses penafsiran wahyu.
Read More »
Label:
Agama
Tatkala Tuhan Memerintah; Beberapa Pemikiran Al-Razi*
Ulil Abshar-Abdalla
Perintah Tuhan tidaklah sesuatu yang sederhana. Di dalamnya ada dimensi-dimensi
semantis dan kebahasaan yang rumit. Kenapa hal ini terjadi? Saya kira alasannya
adalah karena perintah Tuhan disampaikan melalui medium bahasa manusia yang
mengandung elemen ambiguitas di dalamnya. Saat Tuhan memakai bahasa manusia,
tidak dengan sendirinya watak bahasa itu berubah total hanya gara-gara Dia
telah memakainya. Bahasa manusia tetaplah bahasa manusia seperti apa adanya.
Pesan Tuhan, dalam bentuk “bayan” seperti dikatakan Al-Shafii, terpaksa harus
tunduk pada hukum-hukum kebahasaan yang terkandung dalam bahasa manusia itu.
Usaha para sarjana ushul fiqh untuk memahami firman Tuhan dalam bentuk perintah
seperti saya sebutkan di atas, hanyalah cerminan dari usaha manusia untuk
menjadikan firman itu bisa masuk akal, dapat dipahami, dalam konteks konvensi
kebahasaan yang sudah ada pada bahasa manusia itu sendiri.
Read More »
Label:
Agama
Ulama: Mendayung di antara Banyak Karang*
Ulil Abshar-Abdalla
I
Munculnya ide “negara Islam” sebagai proyek politik, dengan demikian, tidak dengan sendirinya menaikkan reputasi dan pengaruh ulama sebagai kelas sosial. Dalam praktek sehari-hari, apa yang disebut “negara Islam” biasanya hanya menguntungkan dua pihak: kalangan modernis atau Islamis/revivalis. Sementara kalangan ulama sendiri cenderung berada pada pinggiran, dan kurang memainkan peran yang penting dalam administrasi atau penyelenggaraan lembaga yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam sendiri, seperti madrasah misalnya. Dengan kata lain, proyek negara Islam, pada akhirnya, mewarisi sindrom politik serupa yang dialami oleh negara nasional non-agama yang lain. Negara-negara nasional yang lahir pasca era kolonial ini, termasuk di negeri-negeri Muslim sendiri, pada akhirnya dihadapkan pada imperative konsolidasi negara, unifikasi sistem hukum, reformasi lembaga-lembaga sosial, yang keseluruhannya cenderung menempatkan kelas ulama pada posisi defensif.
Read More »
Label:
Agama
,
Sosial-Budaya
Politik dan Kekuasaan dalam Islam: Membaca Kembali Sejarah Syiah
Luthfi Assyaukanie
Syi’ah adalah sekte pertama di dalam Islam yang kemunculannya sepenuhnya didorong oleh peristiwa politik. Semua bermula dari absennya wasiat Nabi Muhammad tentang siapa penggantinya jika dia meninggal. Jika sejak awal Nabi memberikan wasiat dan diumumkan kepada publik, pastilah sejarah Islam akan berjalan lain. Ketiadaan wasiat ini memunculkan persoalan besar beberapa saat setelah Nabi meninggal, yakni siapa yang akan menggantikannya? Selain sebagai pemimpin spiritual, Nabi Muhammad juga seorang pemimpin politik bagi warga Madinah. Kematiannya, dengan demikian, bukan hanya berarti hilangnya kepemimpinan spiritual, tapi juga kepemimpinan politik.
Read More »
Label:
Agama
,
Politik
Profil Jawdat Said: "Islam Yang Menghidupkan, Bukan Mematikan"
Novrianoni Kahar
Artikel ini telah dimuat sebelumnya di majalah Madina, edisi Juli 2008
Read More »
Label:
Agama
Selasa, 23 April 2013
Islam dan Politik Suatu Tinjauan atas Prinsip-Prinsip Hukum dan Keadilan
Nurcholish Madjid
A. Mukadimah
Untuk
kesekian kalinya kita akan coba bahas hubungan agama dan politik dalam Islam.
Ibaratkan menimba air Zamzam di Tanah Suci, pembicaraan tentang masalah ini
tidak akan ada habis-habisnya. Pertama, disebabkan kekayaan sumber bahasan,
sebagai buah limabelas abad sejarah akumulasi pengalaman Dunia Islam dalam
membangun kebudayaan dan peradaban. Kedua, kompleksitas permasalahan, sehingga
setiap pembahasan dengan sendirinya tergiring untuk memasuki satu atau beberapa
pintu pendekatan yang terbatas. Pembahasan yang menyeluruh akan menuntut tidak
saja kemampuan yang juga menyeluruh, tapi juga kesadaran untuk tidak membiarkan
diri terjerembab ke dalam reduksionisme dan kecenderungan penyederhanaan
persoalan. Ketiga, pembahasan tentang agama dan politik dalam Islam ini agaknya
akan terus berkepanjangan, mengingat sifatnya yang mau-tak-mau melibatkan
pandangan ideologis berbagai kelompok masyarakat, khususnya kalangan kaum
Muslim sendiri.
Read More »
Label:
Agama
,
Politik
Dialog Kristen-Islam Suatu Tanggapan Terhadap Hans Kung
Seyyed
Hossein Nasr
George Washington University, Washington D.C.
George Washington University, Washington D.C.
SUNGGUH
merupakan kebahagiaan bagi saya untuk dapat menanggapi makalah Professor Hans
Kung tentang hubungan-hubungan Islam Kristen. Sudah barang tentu sangat
terlambat sekali di masa sejarah manusia ini semata-mata mengabaikan
penyajiannya yang sarat dengan kata-kata basi dan diplomasi ini. Saya ingin,
oleh karenanya, mencermati isu-isu penting sekali yang telah dikemukakan dengan
penuh kesadaran pada kesulitan-kesulitan yang ada di wilayah ini dan dengan
keberanian yang dibutuhkan untuk secara langsung mengkonfrontasikan
halangan-halangan yang ada dan yang telah digarisbawahi Kung. Betapapun juga,
ada perbedaan-perbedaan amat penting yang terdapat di dalam interpretasi Islam
tentang beberapa hal ini. Hans Kung telah memulai pagi hari ini dengan suatu
silogisme Aristotelian, bahwa tidak mungkin ada kedamaian tanpa kedamaian di
antara agama-agama, bahwa kedamaian tidak mungkin ada tanpa dialog, dan bahwa
dialog tidak mungkin ada tanpa pemahaman. Dan karena itu, saya akan mulai
catatan-catatan saya dengan mengupas hal ini.
Read More »
Label:
Agama
Sebuah Model Dialog Kristen-Islam
Hans Kung
(University of Tubingen, Tubingen, Jerman Barat)
Sajian
khusus nomor perdana jurnal ini menurunkan dua artikel. Artikel pertama ditulis
oleh Hans Kung berjudul "Christianity and World Religions: The Dialogue
with Islam as One Model." Artikel kedua ditulis oleh Seyyed Hossein Nasr berjudul
"Response to Hans Kung's Paper on Christian-Muslim Dialogue." Mulanya
kedua tulisan tersebut disampaikan pada pertemuan pertama Harvard Divinity
School's Jerome Hall Dialogue Series, yang diadakan pada tanggal 16 0ktober
1984, yang kemudian dimuat dalam The Muslim World Vol. LXXVII, No. 2 (April
1997), h. 80-105. Kedua artikel tersebut diterjemahkan oleh Nanang Tahqiq.
(Red.)
Read More »
Label:
Agama
Memperbaiki Citra Islam
Luthfi Assyaukanie
Beberapa waktu lalu saya menghadiri ceramah Karen Armstrong, sarjana
Inggris yang dikenal sangat simpatik terhadap Islam. Armstrong diminta
berbicara tentang Tantangan Agama pada Abad ke-21. Tapi dalam hampir
seluruh uraiannya, dia berbicara tentang Islam dan berbagai persoalan
yang dihadapi agama ini. Ceramah yang dihadiri hampi 1000 orang di ballroom
sebuah hotel di Singapura itu sangat menawan para hadirin, terutama
kaum Muslim yang merasa mendapat teman dan dukungan terhadap iman
mereka.
Read More »
Label:
Agama
Langganan:
Postingan
(
Atom
)